browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Tafakkur

Posted by on February 1, 2017

TAFAKKUR

Fill Your Heart with Eemaan

Pesan Pasca Ramadhan (4 Jumadil Awal 1438H)
By: Prof. Veni Hadju

Seorang teman mengeluh kepada saya, “Bagaimana ya, saya kok sangat sulit menerima kebenaran ayat-ayat Al-Qur’an?” Saya baca surat Ar-Rahmaan, tapi masak sih orang hidup sedemikian enaknya di Surga? Saya baca surat Al-Mulk, masak Allah menyiksa manusia demikian kejamnya?” Saya terpana melihat wajah sahabat saya ini? Dalam hati saya berdoa, “Ya Allah berikan petunjuk kepada sahabatku ini.”

Memang susah dimengerti kalau ada orang muslim yang sulit memahami pesan-pesan dalam Al-Qur’an. Ulama mengatakan pasti ada dosa yang menutupi masuknya hidayah kepada mereka. Dosa bagai titik-titik hitam yang akan menutupi hati seseorang. Semakin banyak dosanya semakin gelap hatinya. Semua ini hanya bisa hilang dengan taubat yang sungguh-sungguh dan dengan penuh keberanian melawan nafsu setan yang selalu menggoda.

Allah telah mengingatkan manusia tentang keadaan ini. Semakin banyak berbuat lalai dan dosa semakin jauh dari petunjuk Allah. Salah satu solusi yang harus dimiliki adalah berilmu dan tafakkur (berpikir yang dalam atau merenung). Banyak ilmu tapi sulit menerima kebenaran bisa terjadi akibat ketiadaan tafakkur. Tidak heran banyak orang yang tahu sesuatu tapi hatinya menolak. Tafakkur adalah ciri orang berakal (ulil albab). Buahnya adalah mereka mengakui kebesaran Allah, mensucikan Allah, dan takut azab neraka.

Maha Benar Allah dengan firman-Nya: Alladziina yadzkuruunallaaha qiyaamaw waqu’uudaw wa ‘alaa junuubihim wayatafakkaruuna fii khalqissamaawaati wal ardh, rabbana maa khalaqta haadzaa baathilaa subhaanaka fakinaa adzaabannaar. (QS Al-Imran 3:191). Artinya: (Orang yang berakal) adalah orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, atau dalam keadaan berbaring dan mereka bertafakkur tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata) “Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini dengan sia-sia. Mahasuci Engkau, lindungilah kami dari api neraka.
Sisihkan waktu untuk bertafakkur agar hatimu yakin.

from Bogor with love, Tiest

Posting Disclaimer Notice:
This posting is not my own creation collection. My effort is copy paste only. I got it from internet posted by someone else. I’m just saving some time for you to avoid searching everywhere. I’m not violating any copy rights law or not any illegal action which I’m not supposed to do. If anything is against law please notify me so that it can be removed.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *