browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Sarapan Pagi Tingkatkan Fungsi Otak

Posted by on February 2, 2017

SARAPAN PAGI TINGKATKAN FUNGSI OTAK

Breakfast

Menurut Prof Hardinsyah, Guru Besar Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) Institut Pertanian Bogor (IPB), sarapan sehat sebelum jam 9 penting sebagai sumber energi dan meningkatkan fungsi kerja otak lebih baik.
“Satu jam sebelum aktivitas pekerjaan dimulai, kadar gula darah dalam tubuh mulai menurun, untuk mencegah hal tersebut, diperlukan nutrisi yang diperoleh dari sarapan pagi,” kata Hardinsyah, disela kampanye Sarapan Sehat Sebelum Jam 9 di Kota Bogor, Jawa Barat, Minggu (13/11) seperti dimuat Antaranews.

Prof. Hardiasyah menjelaskan, sarapan pagi yang baik dilakukan sebelum jam 9, dimulai dari bangun tidur sebelum melakukan pekerjaan, atau berangkat sekolah. Ketentuan sarapan sehat ada empat, yakni tepat waktu, tepat jenis, tepat komposisi, dan kebersihannya. Komposisi yang tepat menu sarapan harus mengandung karbohidrat, protein, lemak, serat, vitamin, dan mineral yang bisa memenuhi 1/4 gizi harian. “Sesuai anjuran agama, makanlah sebelum lapar dan berhentilah sebelum kenyang,” kata Hardinsyah yang juga Ketua Umum Pergizi Pangan Indonesia. “Harapan kami dalam waktu lima tahun mendatang semakin baik kualitas sarapan masyarakat Indonesia.”

Menurut Prof. Hardinsyah, sosialisasi dan edukasi sarapan sehat perlu terus dimasifkan, tidak hanya melibatkan satu lembaga, juga kerjasama pemerintah, masyarakat, ahli dan swasta. Kurun waktu tiga tahun terakhir, sebuah survei terkait gizi dan sadapan di sejumlah kota di Pulau Jawa telah menunjukkan arah positif, terjadi penurunan jumlah kebiasaan tidak sarapan dari angka 60 persen menjadi 40 persen. “Sosialisasi harus semakin intens dilakukan, antara pemerintah, kementerian kesehatan, ahli, dan swasta. Karena tentang gizi tidak hanya di Pulau Jawa, penduduk Indonesia tersebar dari Sumatera hingga Papau,” pungkas Hardinsyah.


Sumber: Alumni IPB.

from Bogor with love, Tiest

Posting Disclaimer Notice:
This posting is not my own creation collection. My effort is copy paste only. I got it from internet posted by someone else. I’m just saving some time for you to avoid searching everywhere. I’m not violating any copy rights law or not any illegal action which I’m not supposed to do. If anything is against law please notify me so that it can be removed.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *